Wednesday, July 29, 2015

Aoi Bungaku

     Sudah lama tidak mengisi blog ini, kali ini saya akan sedikit mereview sebuah anime berjudul "Aoi Bungaku". Mungkin teman-teman tidak mengetahui anime ini karena anime ini tidak begitu dikenal oleh penikmat anime.
Aoi Bungaku
     Aoi Bungaku, salah satu anime yang menceritakan berbagai kisah dari literatur-literatur sastra Jepang terkenal pada masanya seperti Osamu Dazai. Anime ini terdiri dari 12 episode dan terdiri dari 6 literatur yang diceritakan. Anime ini sangat menarik karena tidak seperti anime-anime lainnya yang mengutamakan lagu opening, Aoi Bungaku membukanya dengan seorang narator yang menceritakan biografi sang penulis literatur. Dan yang menarik dari narator tersebut adalah, di akhir dia selalu mengucapkan 
 "Kessaku wa Aodesu" yang jika di Indonesiakan adalah "Masterpiece itu biru"
Entahlah apa maksud dari biru tersebut, apa berarti luas atau memiliki arti lain. Sekilas, anime ini menarik karena bergenre Drama, Psychological, dan Historical. Ketika bergenre Psychological mungkin saya menyukai genre tersebut bukan karena ingin dikatakan anti mainstream, akan tetapi memiliki pengaruh tersendiri dalam hidup saya. Mungkin penjelasan dari genre-genre karya seni akan saya bahas pada artikel selanjutnya. Aoi Bungaku terdiri dari 6 masterpiece yang dikemas dalam 12 episode anime. Kali ini saya akan memisahkan menjadi 6 bagian agar tidak terjadi tumpang tindih.
Ningen Shikkaku
    
     1). Ningen Shikkaku (No Longer Human) adalah sebuah masterpiece dari salah satu penulis terkenal Osamu Dazai. Karya ini terdiri dari 4 bab dan dikemas dalam bentuk anime dalam 4 episode. Ningen Shikkaku menceritakan sebuah kisah seorang anak muda tidak memiliki tujuan hidup yang berjuang untuk bertahan hidup dari kerasnya kehidupan. Anak muda yang tidak memiliki tujuan hidup, jatuh dalam keputusasaan konsumsi alkohol dan narkoba. Dalam kisahnya, anak muda tersebut berasal dari keluarga kaya akan tetapi hidupnya tidak sebahagia yang dia rasakan karena senyum yang dimilikinya terhadap orang lain hanyalah senyum palsu. Cerita semakin menarik ketika ia bangkit dari keterpurukan dan membuat manga untuk menafkahi hidup, tetapi kehidupan tidak mudah seperti yang dibayangkannya. Perasaan takut dan bersalah akan masa lalu yang terus menghantui serta masyarakat yang selalu saja menghakimi. Di akhir bab atau episode, anak muda tersebut melarikan diri dari kenyataan dan tenggelam dalam kesendirian serta ketakutan. Sebuah cerita yang menyenangkan serta menyedihkan, perasaan bercampur menjadi satu dalam satu cerita. Perasaan sang penulis mencurahkan isi hatinya membuat saya terkagum bagaimana dirinya menceritakannya dalam sebuah karya sastra. Dari narator tersebut, sang penulis Osamu Dazai meninggal bunuh diri setelah menulis cerita tersebut akibat depresi, dapat dilihat dari akhir anak muda yang diceritakan tersebut. 

Sakura no Mori no Mankai no Shita
     2). Sakura no Mori no Mankai no Shita (In The Forest, Under Cherries in Full Bloom) adalah sebuah masterpiece dari salah penulis Ango Sakaguchi. Karyanya cukup unik karena menceritakan sisi gelap dari keceriaan bunga sakura. Karakter utama yang seorang bandit gunung bertemu dengan seorang perempuan berwajah rupawan yang diculiknya. Bandit tersebut memiliki sembilan istri, akan tetapi saat bertemu dengan perempuan tersebut, ia diperdaya untuk membunuh istri-istrinya sebagai syarat untuk menjadi suaminya. Bandit tersebut sanggup melakukan hal tersebut dan membunuh istri-istrinya kecuali satu orang. Kehidupan bandit tersebut berjalan dan perempuan yang dijadikan istrinya tersebut  meminta kepala dari berbagai orang sebagai koleksi dan hal tersebut terus saja dimintanya. Hingga akhirnya bandit tersebut sadar bahwa dia telah diperdaya oleh wanita yang dicintainya. Hingga akhirnya bandit tersebut mati bersama dengan istrinya di bawah pohon sakura yang berguguran mengantarkan kematian mereka bersama-sama. Sekilas, cerita ini menarik untuk diikuti walau awalnya cerita ini didahului oleh perasaan gembira dan berakhir dengan cerita tragis. Sebuah cerita yang mengisyaratkan bahwa dibalik kesenangan dan kegembiraan terdapat kesedihan dan cerita tragis dibaliknya.

Kokoro
     3). Kokoro (Heart), sebuah masterpiece dari salah satu penulis Natsume Soseki. Karyanya menceritakan seorang pemuda pada era meiji yang sedang menuntut ilmu. Pemuda tersebut tinggal di sebuah rumah mewah dimana hidup seorang ibu dan anak perempuan, karena ia tidak memiliki rumah maka ia menyewa sebuah kamar yang digunakannya untuk tinggal selama belajar. Pemuda tersebut memiliki seorang sahabat bernama K yang diajaknya tinggal bersama di rumah tersebut. Perasaan penulis yang dikemas dalam karya tersebut menceritakan bagaimana K menjalani hidupnya penuh dengan rasa cinta dan malu terhadap anak perempuan pemilik rumah tersebut. Penulis juga menceritakan bagaimana rasa keegoisan pada diri pemuda dan sahabatnya tersebut terhadap rasa cinta yang dipendamnya terhadap putri pemilik rumah tersebut. Hingga akhirnya K lebih memilih bunuh diri daripada harus melawan sahabatnya tersebut. Kata-kata terakhir dari K kepada pemuda tersebut adalah "Musim dingin ini tidak dingin seperti biasanya". Sebuah cerita mengenai persahabatan, cinta, kepercayaan, dan nafsu.

Hashire, Melos!
     4). Hashire, Melos! (Run, Melos!) adalah sebuah karya seni yang diceritakan ulang oleh salah satu penulis Osamu Dazai. Karya ini menceritakan seorang pemuda yang memiliki bakat untuk membuat sebuah naskah cerita dan drama. Perjalanannya menjadi seorang penulis didukung oleh sahabatnya yang merupakan seorang pemain drama teater. Ia dan sahabatnya bertekad pergi ke Tokyo, akan tetapi sahabatnya merusak kepercayaannya dengan meninggalkannya menaiki kereta api. Perasaan campur aduk dirasakan oleh karakter utama dalam menceritakan sebuah karya seni berjudul "Run, Melos!". Melos merupakan seorang pemberontak dan ketika akan dieksekusi ia meminta waktu tiga hari untuk mengunjungi pernikahan adiknya. Raja yang tidak percaya membuat Melos meminta untuk mengorbankan sahabatnya sendiri untuk menggantikannya dieksekusi jika ia tidak kembali saat matahari terbenam. Sekembalinya dari pernikahan tersebut, jalan yang dilalui Melos tidak semulus yang diperkirakannya dan sahabatnya tersebut terus menunggunya. Hal tersebut sama seperti yang dialami oleh karakter utama dimana ia menunggu dan terus menunggu sahabatnya datang menghampirinya. Hingga akhirnya, di akhir cerita Melos berhasil menggantikan sahabatnya tersebut. Akhir cerita sang karakter utama penuh dengan perasaan haru dan sedih karena bagaimanaun sahabatnya yang terus ditunggunya tidak bisa menghampirinya. Sebuah cerita yang dibalut oleh persahabatan abadi antara dua orang sahabata.

Kumo no Ito
     5). Kumo no Ito (The Spider's Thread) adalah sebuah karya seni dari salah satu penulis muda di masanya Ryunosuke Akatagawa. Penulis membuat sebuah cerita yang ditujukan untuk anak-anak sehingga menjadi sebuah dongeng khusus anak-anak. Cerita ini berawal dari seorang penjahat yang banyak melakukan kejahatan dengan membunuh banyak manusia untuk memenuhi nafsunya tersebut. Akan tetapi ia membiarkan seekor laba-laba dan tidak membunuh laba-laba tersebut. Penjahat tersebut tertangap dan dieksekusi oleh raja. Di neraka, penjahat tersebut merasakan kepedihan dari neraka dan meminta pertolongan. Laba-laba yang tidak dibunuhnya mengeluarkan sebuah jaring yang diturunkannya ke neraka agar penjahat tersebut dapat menaikinya menuju surga. Akhir dari cerita tersebut, sang penjahat jatuh kembali ke neraka akibat nafsunya yang keluar darinya yang menyebabkan ia terjatuh kembali ke neraka. Cerita ini bermakna bahwa kebaikan kecil dapat menolong dirimu nanti dan nafsu yang keluar dari dirimu adalah iblis di dalam dirimu, oleh karena itu jangan pernah keluarkan nafsu tersebut secara berlebihan. Yah, walau ini cerita ini dimaksudkan untuk anak-anak akan tetapi cerita ini memiliki makna yang sangat dalam.

Jigoku Hen
     6) Jigoku Hen (Hell Screen) adalah sebuah karya seni yang diciptakan oleh penulis yang sama dari karya Kumo no Ito. Karya ini menceritakan seorang pelukis terkenal yang diambil oleh seorang raja untuk menceritakan kisahnya dalam sebuah lukisan. Raja yang memerintah tersebut terkenal kejam sehingga apa yang dilukiskan oleh pelukis tersebut merupakan sebuah neraka. Di sini, penulis menceritakan kepedihan yang dialaminya, masa-masa kejayaan yang menghilang serta rasa depresi yang berlebihan membuatnya menulis cerita yang penuh dengan kebingungan ini. Narator dalam pembukanya menceritakan bahwa penulis meninggal bunuh diri setelah menulis cerita seindah ini.

No comments:

Post a Comment