Selamat datang di artikel ini, kali ini saya akan membahas sedikit tentang salah satu komik jepang atau yang banyak disebut manga oleh penggemarnya. Manga yang akan saya bahas kali ini berjudul "Tate no Yuusha no Nariagari". Sekilas manga ini tidak terlalu banyak diminati oleh orang lain, mungkin karena manga ini tidak terkenal atau bagaimana. Akan tetapi, manga ini menduduki peringkat 10 besar di salah satu situs baca manga online dan berada di ranking 143 di MAL (My AnimeList) dengan skor 8,49. Manga ini diadaptasi dari Light Novel dengan judul yang sama.
 |
| Cover manga Tate no Yuusha no Nariagare |
Manga ini mengisahkan tentang seorang mahasiswa jepang bernama Iwatani Naofumi yang masuk ke dimensi lain untuk menjadi seorang pahlawan demi menyelamatkan dunia tersebut dari serangan monster ganas. Perlu diketahui bahwa pahlawan yang ditugaskan tersebut berasal dari dunia dan dimensi yang berbeda-beda serta jumlah pahlawan tersebut ada empat. Empat pahlawan tersebut yaitu pahlawan tombak (Hero of Lance), pahlawan panah (Hero of Arrow),dan pahlawan pedang (Hero of Sword), dan pahlawan tameng (Hero of Shield).Sialnya si Nao mendapatkan class Hero yang tidak
menguntungkan yaitu Hero of Shield (Pahlawan Tameng) dimana pahlawan
tersebut memiliki pertahanan (defense) yang tinggi tapi serangan
(attack) yang lemah sehingga dianggap tidak pantas menjadi pahlawan.
 |
| Status Iwatani Naofumi |
Karena statusnya tersebut, Nao dianggap sebagai pahlawan yang lemah sehingga ketika pengumpulan pengikut-pengikut pahlawan, Nao pun tidak mendapatkannya. Frustasi dibuatnya, Nao akhirnya mendapatkan satu pengikut bernama Sofia yang di chapter-chapter selanjutnya adalah putri kerajaan. Raja dari negeri tersebut akhirnya memerintahkan pahlawan-pahlawan tersebut untukmelakukan petualangan seperti halnya dalam dunia game. Sofia yang cantik dan menawan membuat Nao jatuh hati padanya, sayang Sofia yang cantik tersebut ternyata memiliki sifat jahat dengan memanfaatkan uang dari raja yang diberikan kepada Nao untuk membeli perlengkapan. Sofia mencuri uang tersebut dan membelot Nao dengan menuduhnya melakukan pelecehan seksual. Nao kemudian dibawa ke hadapan raja dan akan dieksekusi mati, Nao yang melihat Sofia dengan wajah sinis merasa tidak percaya bahwa dirinya benar-benar dimanfaatkan. Melihat kenyataan tersebut, Nao yang merasa diremehkan oleh penduduk kerajaan serta pahlawan lainnya akhirnya tersadar dan pergi dari istana dan mengembara sendirian dengan membawa perasaan dendam terhadap Raja. Masih di kerajaan yang sama, Nao bertemu dengan Berocas yang merupakan penjual pasar gelap.
 |
| Raphtalia dan Nao bertemu pertama kali |
Di tempat tersebut, Nao membeli salah satu Demi-Human dari bangsa rakun yang dijadikan budak bernama Raphtalia. Bangsa rakun adalah bangsa yang berasal dari negeri lain yang negerinya telah dimusnahkan oleh pasukan monster. Tujuan Nao membelinya karena Nao yang tidak memiliki serangan (attack) tinggi dan tidak boleh memegang senjata untuk merekrut Raphtalia agar dapat menjadikannya pedang bagi dirinya. Nao yang memiliki sifat keras hati setelah dikhianati perlahan melunak kepada Raphtalia yang merupakan budaknya. Raphtalia yang melihat diri Nao yang lain akhirnya menjadi seorang yang setia kepada majikannya. Perlahan tapi pasti, kemampuan Raphtalia dalam serangan membuahkan hasil dengan meningkatnya level dari Nao dan Raphtalia. Raphtalia akhirnya tumbuh dewasa dalam waktu cepat karena merupakan demi-human akibat meningkatnya level. Sedangkan, Nao dapat mengupgrade dan menambahkan skill-skill pada tamengnya agar dapat bertahan. Skill-skill yang dimiliki Nao terbilang unik karena dapat membuat potion untuk menyembuhkan (healing), mengeluarkan tali, mengeluarkan angin, bahkan dapat membuat tameng yang sangat besar, dan skill-skill lainnya. Kembali ke kota tadi, Nao dan Raphtalia mengupgrade pakaiannya.
 |
| Wave of Calamity |
Nao disambut baik oleh pandai besi (blacksmith) bernama Elhart yang merupakan teman baiknya di kota tersebut. Elhart memberitahukan Nao bahwa di kota tersebut terdapat jam pasir (hour glass) yang menandakan waktu penyerangan. Nao dan Raphtalia pergi ke gereja dimana terletak jam pasir tersebut. Di sana dirinya tidak disambut dengan baik, akan tetapi saat waktu telah habis Nao dan Raphtalia bersama pahlawan-pahlawan lain diteleportasi ke daerah penyerangan. Nao yang tidak memiliki serangan tinggi tentu saja tidak akan berdaya ketika serangan terjadi, oleh karena itu Nao dan Raphtalia pergi ke desa terdekat untuk membantu mengamankan desa. Setelah serangan berakhir, raja mengadakan pesta demi merayakan kemenangan atas penyerangan tersebut. Suasana yang romantis diselingi dengan lagu-lagu yang syahdu membuat pesta tersebut menjadi meriah. Akan tetapi, terjadi keributan di pesta tersebut dengan kehadiran Sofia sang pembelot bersama dengan pahlawan tombak bernama Motoyasu Kitamura. Kitamura yang merupakan seorang playboy melihat bahwa Nao memiliki seorang pengikut wanita dan mendengar bahwa ia memilki pengikut yang dijadikan budaknya. Mendengar hal tersebut, raja marah dan memerintahkan Nao untuk melepas Raphtalia. Akan tetapi, Nao tidak akan mau melepaskan Raphtalia sehingga raja memerintahkan Kitamura untuk melakukan duel dengan Nao ditonton oleh rakyat negeri tersebut.
 |
| Duel antara Nao dengan Kitamura |
Duelpun terjadi, Kitamura yang unggul lebih dahulu karena memiliki serangan (attack) yang mematikan dibuat bertekuk lutut karena dikalahkan telak oleh Nao yang memiliki pertahanan (defense) yang kuat. Sofia yang kaget melihat hal tersebut kemudian melakukan kecurangan dengan menembakkan sihir angin pada Nao yang membuka celah sehingga Kitamura dapat menyerang balik. Akibat serangan tersebut, Nao dikalahkan dan Raphtalia dibebaskan dari perbudakan. Raphtalia yang sudah dibebaskan tidak berterima kasih kepada Kitamura dan menamparnya kemudian menangis karena Nao merupakan seseorang yang sangat berarti olehnya. Beberapa saat kemudian, dua pahlawan lainnya datang dan memberitahukan bahwa Kitamura bertindak curang dengan melakukan serangan sihir tiba-tiba oleh Sofia. Kedua pahlawan tersebut melihat dengan jelas kecurangan tersebut dan rakyat yang melihatnya tidak ingin mengaku karena yang melakukan sihir tersebut adalah Sofia anak raja. Melihat hal tersebut, Raja dan Sofia merasa tidak berdaya dan melepaskan Nao dan Raphtalia dalam tangisan mereka.
Sekian dulu review manga ini karena saya sudah lelah, insya Allah saya akan lanjutkan kembali jika ada waktu.
No comments:
Post a Comment