Lombok, pulau
yang hingga saat ini dijuluki sebagai negeri seribu masjid. Pulau yang mendapat
predikat sebagai kawasan wisata halal. Pulau yang memiliki banyak sekali daerah
wisata-wisata yang sangat menarik mata wisatawan dari lokal hingga mancanegara.
Berbagai kawasan wisata sangat lengkap di Lombok, antara lain gunung; air
terjun; pantai; dan kawasan wisata lainnya. Sehingga sangat memudahkan
wisatawan-wisatawan lokal dan mancanegara untuk sekedar mencicipi wisata-wisata
di Lombok yang sangat terkenal ini. Sejak tahun 2013 tepatnya tiga tahun yang
lalu, pemerintah Nusa Tenggara Barat mencanangkan program-program berjangka
pendek dan panjang untuk mengembangkan potensi-potensi wisata di Lombok.
Beberapa pengembangannya meliputi pembangunan fasilitas dan infrastruktur.
Pelebaran jalan merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah
daerah. Program ini dimulai dari dilebarkannya jalan menuju Bandara
Internasional Lombok. Sejak dibangunnya Bandara Internasional Lombok, jalanan
di daerah tersebut menjadi lebih lebar. Kemudian program ini dilanjutkan di
daerah Pagesangan-Labu Api karena di daerah tersebut merupakan jalur bertemunya
jalan lingkar Labu Api dengan Pagesangan. Pelebaran jalan tersebut akhirnya
dibuatlah bundaran yang sangat besar di pertemuan jalan antara Pagesangan –
Labu Api yang tentu saja di Bundaran tersebut akan dibuat apa saya tidak tau,
yang pasti akan dibangun patung atau bangunan atau sejenisnya. Terkadang
pembangunan yang besar-besaran tersebut tidak diseimbangkan oleh
keberlangsungan kehidupan lain selain manusia. Selayaknya anak tiri yang
![]() | ||
| Panorama Lombok (Photo by: Yuga) |
di
anak tirikan oleh ibu angkatnya, lingkungan menjadi dikesampingkan oleh
pemerintah daerah setempat. Hal tersebut dapat diketahui dari banyaknya pembangunan-pembangunan
yang tidak berkelanjutan. Beberapa minggu yang lalu, ramai di internet
pemberitaan tentang dibangunnya tulisan penanda lokasi wisata yang sangat besar
di sekitar danau segara anakan. Berbagai
ejekan dan cemoohan diutarakan oleh netizen dari berbagai daerah atas perbuatan
yang dilakukan oleh pemerintah Nusa Tenggara Barat. Kurangnya pemahaman akan
pentingnya ekosistem bagi organisme-organisme lain selain manusia serta
kurangnya rasa kecintaannya terhadap bumi membuat mereka merasa sewenang-wenang
terhadap bumi. Hingga akhirnya tulisan tersebut dirobohkan oleh pemerintah
daerah demi menghindari hal yang tidak semestinya terjadi.
![]() |
| Pembangunan di Pantai (Photo by: Yuga) |
Bumi, salah
satu planet ketiga di tata surya sedang mengalami penyakit yang sangat berat.
Global warming, penyakit yang terus saja menghantui dirinya hingga saat ini dan
terus saja menggerogotinya hingga akhir hayatnya nanti. Permasalahan global
warming ini bukanlah permasalahn yang sangat sepele, seluruh Negara dari
belahan dunia manapun telah menyepakati melawan serta mencegah global warming.
Indonesia menjadi salah satu Negara yang berusaha mencegah global warming
tersebut dan Nusa Tenggara Barat berada dalam cakupannya. Berbagai macam
penyebab global warming yang tentu saja pembaca mengetahui penyebabnya. Dalam
melakukan tindakan pencegahan tersebut, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat
telah mencanangkan Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai objek Geowisata dunia.
Namun, apakah hal tersebut sudah mampu mengatasi dampak dari global warming ?
Tentu saja belum. Seperti yang tertulis di paragraf atas, pembangunan akan
terus saja menggeser fungsi ekosistem dari fungsi asalnya dimana semua
organisme dapat memanfaatkannya. Selama tiga tahun ini, pembangunan di Lombok
sangat cepat. Hal tersebut didukung dengan dibangunnya Lombok Epicentrum Mall
dan Lombok City Center. Sebuah tempat hiburan bagi kalangan menengah ke atas
dan bawah. Kesalahan strategi pembangunan yang hanya menguntungkan bagi spesies
manusia saja. Efek global warming di sini sangat terasa sekali dimana suhu saat
ini dapat mencapai hingga 31oC saat siang hari jam 12 ke atas.
Padahal, empat tahun yang lalu suhu di sini tidak terlalu tinggi. Pengaruh
global warming tersebut tentu saja tidak diimbangi dengan banyak ditanamnya
pohon-pohon yang berfungsi sebagai canopy
bagi manusia-manusia yang memang perlu menggunakannya.
Lombokku sayang, Lombokku malang
Sejak gedung-gedung tinggi itu tumbuh liar
Sejak kapitalis-kapitalis meraja
Demi dalih pembangunan
Perlahan-lahan mulai berubah
Tak seperti dulu
Panaslah dirimu sekarang
Rusaklah badanmu jua
Seakan terlupa dirimu sesaat
Apa mungkin mereka turut berubah?
Lihat sajalah
Tahun depan jika kita berjumpa lagi…

