Wednesday, February 24, 2016

Peran Penting Media


Dampak Positif Media
     Sejak dulu hingga sekarang, banyak orang yang belum mengerti bagaimana pentingnya sebuah media informasi. Media yang selalu dinanti-nanti oleh sekumpulan manusia-manusia yang haus akan informasi. Hingga saat ini media telah berubah 180 derajat, dapat kita ketahui dari beberapa pemberitaan-pemberitaan yang terkadang seakan-akan memojokkan atau melebih-lebihkan sesuatu. Ada beberapa peran media tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Pertama sebagai media informasi, kedua sebagai media edukasi, dan ketiga sebagai media hiburan. Banyak orang hanya mengetahui fungsi media sebagai media informasi dan hiburan saja. Sehingga media-media saat ini khususnya di Indonesia mengalami penurunan kualitas dikarenakan mengikuti penonton saja. Jika kita mampu pelajari lebih dalam, fungsi media sebagai edukasi sangat penting. Seperti yang selama ini diketahui, perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya dan media termasuk ke dalam lingkungan tersebut. Namun sungguh miris, terlalu banyak media yang melupakan prinsip edukasi ini. Berbicara tentang fungsi media, tentu kita tidak akan melupakan perjuangan bangsa Indonesia terdahulu sebelum dan sesudah kemerdekaan. Peran ideologi bangsa serta peran media bersatu padu membentuk persepsi di masyarakat atau lebih dikenal dengan bahasa kasarnya "brainwash".

Media Indonesia Saat Ini
     Fungsi otak sebagai penyimpan memori dengan kapasitas super apabila dicekoki oleh informasi berulang-ulang kali akan menimbulkan sebuah persepsi yang akan dibentuk oleh diri sendiri yang tentu akan mempengaruhi kepribadian masing-masing. Seperti dalam sebuah kasus pada jaman Orde Baru, saat itu media benar-benar diawasi ketat oleh pemerintah sehingga berbagai tulisan maupun tontonan yang tidak pro pemerintah langsung saja dihentikan. Lalu, informasi yang disebarkan oleh pemerintah melalui media tersebut adalah informasi yang selalu pro pemerintah, sehingga lama-kelamaan masyarakat mengalami doktrinasi. Begitu besar peran sebuah media untuk menumbuhkan bangsa yang maju dan profesional. Mari bersama-sama kita membangun bangsa menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. MERDEKA!!!!!

Sunday, February 21, 2016

Media Sekarang

 
Media....oh...media
Dimanapun berada selalu menyajikan berita
Seperti angin, menghembuskan kabar bagi penikmatnya
Dulu dikekang dan dibredel
Kini, dilepas dan dibiarkan seperti anjing liar

Kabar demi kabar dikabarkan
Entah itu kabar angin atau kabar saja
Independensi semboyanmu
Namun tidak lagi sekarang
Dependensi sekarang semboyanmu

Terkadang, pro pemerintah
Terkadang, pro rakyat
Kebebasan ideologimu
Kebebasan yang kebablasan

Semua dicaci dan dihina
Menggunakan bahasa satirmu
Menggunakan kalimat-kalimat pencuci otak

Tidak sadarkah dirimu
Penikmatmu tidak mau menikmati omong kosongmu
Tidak mau mendengar keluh-kesahmu
Kami sudah cerdas
Kami sudah sadar
Akan kebohongan kabarmu

Friday, February 19, 2016

Dilema PKM

Mahasiswa sebagai agen perubahan bagi masyarakat, sejak jaman orde lama hingga reformasi
Program PKM, program karya tulis agar mahasiswa dapat melakukan penelitian di perguruan tinggi swasta maupun negeri
Membutuhkan dana yang cukup tinggi sehingga mereka meminta dana dari negeri sendiri
Membuahkan sebuah karya dengan citra yang sangat tinggi
Siang malam bekerja keras demi mendaki puncak tertinggi
Otak dan pikiran terkadang tidak selaras dengan tubuh yang mulai tidak sadar diri
Semua hal kami kerahkan hanya demi selembar kertas dan harga diri
Namun, mengapa karya tersebut tidak dijual dengan harga yang cukup tinggi
Apakah pemerintah sudah tidak peduli dengan kami
Mahasiswa, yang katanya sebagai agen perubahan yang harus dibentuk karakternya sejak dini
Melawan arus masyarakat yang sudah tidak sadar diri
Ledakan penduduk dimana-mana, kelaparan dimana-mana,dan tidak meratanya pendidikan
Masalah politik, ekonomi, sosial, dan budaya coba kami pecahkan
Namun, kami merasa kalian sudah tidak peduli
Karya-karya kami tidak dapat dilanjutkan lagi
Karena biaya yang cukup tinggi
Semoga kalian sadar diri
Karena, masih ada yang peduli dengan negeri sendiri

Wednesday, February 10, 2016

Celoteh Sang Pemimpi


Tidur di kontrakan
Menunggu waktu berganti malam
Menunggu makanan datang, namun tak kunjung datang juga
Jam sudah berganti
waktu terus berputar
Berputar-putar di kepala
Seperti gasing yang dimainkan anak-anak di luar kontrakan
Hari minggu yang sangat tenang
Tidak ada gangguan
Namun semua berubah saat hujan menyerang
Kemanakah pikiranku sekarang
Apakah masih berada di horizon sana
Menunggu seseorang datang
Bau setelah hujan membawa kenikmatan
Bau yang tiada duanya
Lebih hebat dari bau kasur yang sudah usang
Memberikan inspirasi tak berujung tuk dituang
Mereka bilang mimpi terwujud jika keluar
Tapi aku bilang mimpi itu terwujud jika tidur
Tidur melepas rasa lelah
Seperti tidurnya orang mati yang ditinggal tuannya
Dunia ini sangat fana
Yang ada hanya logika dan perasaan
Tidakkah mereka sadar
Masih ada yang lebih penting dari sekedar logika dan perasaan
Mimpi, itulah yang lebih penting
Tanpa berpikir logika
Tanpa berpikir perasaan
Semua mengalir begitu saja tanpa hambatan menghadang

Angan-Angan


Di malam yang begitu dingin
Berselimutkan candu
Di bawah bayang-bayang bulan
Bersembunyi di balik kabut malam
Rasa kagum teramat sangat
Mampu menggoreskan luka di balik dada
Mencoba tuk melepaskan itu semua 
Namun hanya mampu dengan secangkir kopi dan selembar kertas
Sajak demi sajak kutuliskan
Pada selembar kertas usang
Mencoba memahami diri ini
Agar pantas tuk memahami dirimu