Tidur di kontrakan
Menunggu waktu berganti malam
Menunggu makanan datang, namun tak kunjung datang juga
Jam sudah berganti
waktu terus berputar
Berputar-putar di kepala
Seperti gasing yang dimainkan anak-anak di luar kontrakan
Hari minggu yang sangat tenang
Tidak ada gangguan
Namun semua berubah saat hujan menyerang
Kemanakah pikiranku sekarang
Apakah masih berada di horizon sana
Menunggu seseorang datang
Bau setelah hujan membawa kenikmatan
Bau yang tiada duanya
Lebih hebat dari bau kasur yang sudah usang
Memberikan inspirasi tak berujung tuk dituang
Mereka bilang mimpi terwujud jika keluar
Tapi aku bilang mimpi itu terwujud jika tidur
Tidur melepas rasa lelah
Seperti tidurnya orang mati yang ditinggal tuannya
Dunia ini sangat fana
Yang ada hanya logika dan perasaan
Tidakkah mereka sadar
Masih ada yang lebih penting dari sekedar logika dan perasaan
Mimpi, itulah yang lebih penting
Tanpa berpikir logika
Tanpa berpikir perasaan
Semua mengalir begitu saja tanpa hambatan menghadang