![]() |
| Wedusan (Ageratum conyzoides) |
Bandolan
(Ageratum conyzoides) atau dalam
bahasa lokalnya (Jw) yaitu wedusan merupakan salah satu tanaman
herba yang banyak hidup di daerah pegunungan dengan ketinggian rata – rata 1200
mdpl. Tanaman ini termasuk ke dalam kelas Magnoliopsida, Ordo Asterales, dan
Famili Asteraceae (itis., 2016). Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Hutan
UB, kawasan lereng Gunung Arjuno di Dusun Sumbersari, Desa Tawang Argo,
Karangploso, Kabupaten Malang. Wedusan
merupakan tanaman yang berasal dari daerah tropis Amerika, khususnya Brazil dan
subtropis, dan juga merupakan tanaman invasive
di beberapa daerah. Di Indonesia khususnya daerah jawa, wedusan merupakan
tanaman yang di introduksi dan belum disebut sebagai tanaman invasive (Everaarts, 1981). Tanaman
![]() |
| Morfologi Wedusan |
ini
merupakan tanaman herba dengan ketinggian rata – rata 30 - 90 cm dan bercabang Berdaun
tunggal menyirip bertangkai sepanjang 1 hingga 10 cm, letaknya saling
berhadapan dan bersilang, helaian daun bulat telur , ujung runcing, pangkal membulat,
tepi bergerigi, kedua permukaan daun meroma dengan kelenjar yang terletak di
permukaan bawah daun (abaksial), berwarna hijau. Bunga majemuk berkumpul 3 atau
lebih, berbentuk malai rata yang keluar
dari ujung tangkai, berwarna putih keungu – unguan, panjang bonggol bunga 6 – 8
mm, dengan tangkai berambut. Buah bulat panjang berwarna hitam dan bentuknya
kecil. Batang berbentuk bulat berbulu tebal tak berkayu (pom, 2008).
Menururt Githens (1948), tanaman ini
dimanfaatkan sebagai obat herbal di beberapa wilayah di Afrika, Asia, dan
Amerika Selatan. Berkhasiat sebagai obat pencahar, penurun panas, untuk
ophthalmia, kolik, pengobatan bisul, serta penutup luka. Tanaman ini termasuk
dalam tanaman dikotil dan memiliki akar tunggang sehingga tanaman ini cocok
hidup di daerah pegunungan dikarenakan akar tunggang pada tanaman ini dapat
mencegah terjadinya erosi pada tanah pegunungan. Pada kawasan hutan UB, wedusan
merupakan tanaman yang mendominasi dengan nilai persentase sekitar 90 % dengan titik koordinat tanaman paling banyak ditemukan
yaitu S 07o 49’ 28.7’’ E 112o
34’ 40.7’’. Kawasan Hutan UB merupakan kawasan yang sangat cocok dijadikan
sebagai habitat tumbuh dari wedusan (Ageratum
conyzoides) karena berikilim tropis dan berada di ketinggian sekitar 1000 –
1200 mdpl. Bermacam – macam tanaman herba yang tersebar di kawasan ini, dapat
menjadikan Hutan UB sebagai kawasan hutan konservasi yang bermanfaat bagi organisme
– organisme lainnya seperti Pohon, perdu, vertebrata, dan organisme lain. Dan
semoga ke depannya penggunaan Hutan UB tidak hanya sekedar digunakan sebagai
Hutan saja. SALAM KONSERVASI !!!
DAFTAR PUSTAKA
Githens TS. Drug plants of Africa, vol.
8. African Handbooks, 1948, p. 59.
Itis, 2016. http://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=36481.
Diakses 25 September 2016.
Pom,
2008. http://perpustakaan.pom.go.id/ebook/Taksonomi%20Koleksi%20Tanaman%20Obat%20Kebun%20Tanaman%20Obat%20Citeureup/Ageratum%20conyzoides%20L..pdf.
Diakses 25 September 2016.


No comments:
Post a Comment